Home Blog Page 2

Pelatihan Jurnalistik oleh Komsos dan OMK St. Ignatius

Seminar dan pelatihan jurnalistik yang diadakan di hari Sabtu, 9 Juli 2022. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk perayaan pesta pelindung paroki St. Ignatius. Pengisi acara oleh salah seorang wartawan utama dan sekretaris Komsos. Banyak materi yang disampaikan perihal jurnalistik. Diharapkan dengan kegiatan ini hadir kader-kader yang bersedia ikut serta dalam kegiatan menyebarkan kerasulan dalam media massa maupun media sosial.

Materi pertama dibawakan oleh bapak Romansa selaku Sekretaris Komsos Keuskupan Manado. Materi yang dibawakan perihal pengenalan tentang Komsos, fungsi dari Komsos, dan program-program kerja Komsos. Contoh program kerja Komsos adalah live streaming misa, melakukan seminar tentang komsos (fotografi, desain grafis, jurnalistik, membuat youtube, membuat video konten tentang paroki St. Ignatius).

Materi kedua diberikan oleh pak Joseph selaku salah seorang wartawan utama yang bekerja di Liputan6. Bapak Joseph menjelaskan tentang fungsi pers, nilai berita, unsur berita, struktur berita, dan teknik mencari berita. Dijelaskan juga soal keyword yang sangat penting agar berita yang dipublish mudah dilacak google.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal supaya kita lebih mengerti tentang bidang jurnalistik. Sehingga nantinya jika ingin menjadi anggota komsos ataupun wartawan kita sudah lebih paham dan dapat menyiarkan berita-berita yang bermanfaat.

Orang Muda Katolik Paroki St Ignatius Sukses Menggelar Seminar Pelatihan Jurnalistik

Dalam rangka menyambut Pesta Paroki St. Ignatius yang akan jatuh pada tanggal 31 Juli, OMK (Orang Muda Katolik) St Ignatius mengadakan beragam lomba dan kegiatan.
Salah satunya yaitu Seminar Pelatihan Jurnalistik Katolik yang berlangsung pada Sabtu, 9 Juli 2022 yang bertempat di Pastoran Gereja St. Ignatius lantai 5.
Kegiatan yang diikuti oleh utusan dari tiap-tiap Wilayah Rohani St. Ignatius ini menghadirkan pembicara dari Komsos Keuskupan Manado, Romansa Taasie, dan wartawan Katolik senior, Yoseph Ikanubun.
Bung Roman, sapaan akrabnya, yang juga staf senior di Radio Montini FM, menjelaskan tentang visi dan misi dari Komsos Keuskupan Manado. Pria bersahaja ini juga dalam beberapa kesempatan menyampaikan beberapa pengalaman unik selama mengelola komsos.
Pembicara kedua, Yoseph Ikanubun, menjelaskan tentang dasar dari jurnalistik serta pengertian dari profesi wartawan. Pria yang juga ketua Majelis Etik AJI (Asosiasi Jurnalis Independen) Manado ini banyak menyinggung aspek moral, etika, dan hukum yang erat kaitannya dengan kegiatan jurnalistik.
Kedua pembicara mendorong untuk peningkatan jumlah informasi seputar keuskupan Manado dalam bentuk berita, baik melalui media internal Komsos maupun media daring.
Menurut salah satu peserta, Maxi Laleno, yang juga ketua Wilayah Rohani di Paroki St. Ignatius, kegiatan ini sangat bagus dan berdampak positif. Dia juga mendorong kaum muda untuk melirik profesi wartawan sebagai salah satu karir di masa depan.

Penulis: Vincent Muaya – Kelompok V

SEMINAR PELATIHAN JURNALISTIK DALAM RANGKA PESTA PELINDUNG PAROKI ST. IGNATIUS

Dalam Rangka Lomba “Pesta Pelindung Paroki St.Ignatius” dengan Tema “Memulihkan semangat Iman, merajut Kasih Persaudaraan” maka Paroki St. Ignatius mengadakan seminar Pelatihan Jurnalistik dengan narasumber : 

  1. Sekretaris Komsos Keuskupan Manado
  2. Anggota Dewan Pers Nasional

Acara tersebut bertempat di ruang serbaguna lantai 5 Paroki St. Ignatius pada hari Sabtu, 09 Juli 2022 dengan peserta umat umat perwakilan dari masing – masing wilayah Rohani Paroki St. Ignatius

Acara ini diadakan agar wilayah wilayah Rohani bisa lebih “mandiri” untuk mengupdate / memberikan informasi mengenai kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh wilayah Rohani pada khususnya dan Paroki St. Ignatius pada umumnya

Seminar dan pelatihan ini dilakukan melalui sharing – sharing yang diberikan oleh kedua narasumber yaitu :

  1. Bapak Yoseph
  2. Bapak Roman

Beliau memberikan pelatihan berupa teori – teori, sharing, tanya jawab dan juga praktek menulis langsung.

Buah dari Konsisten dan Telaten, Komsos GPI Menyabet 2 Penghargaan Sekaligus di Kotamobagu

0
Perwakilan Komsos GPI yang Mengikuti Family Gathering di Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Minggu (29/05/22).

Dalam memperingati Hari Komunikasi Sedunia ke-56, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado turut meramaikannya dengan menggelar Family Gathering Komsos Keuskupan Manado dengan tema “Mendengarkan Telinga Hati” yang bertempat di Aula Christi Legis Paroki Kristus Raja, Kotamobagu. Perayaan ini berlangsung meriah dengan dihadiri sebanyak 78 peserta mewakili Komsos dari berbagai paroki di Keuskupan Manado. Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado, RD Yohanes I Made Pantyasa beserta RD Engelbert Rio Sumajow selaku Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu.


Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sharing oleh Bpk. Joseph Ikanubun yang merupakan seorang wartawan senior dengan memaparkan materi seputar jurnalistik. Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi 10 kelompok yang saling berdiskusi untuk menyusun sebuah artikel berita sebagai praktik hasil dari materi yang telah diberikan. Adapun sesuatu yang baru pada acara gathering kali ini, yakni ajang penghargaan atau awards yang dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain kategori Penghargaan Live Streaming YouTube Terbaik, Penghargaan Konten Youtube Non Misa Terbaik, Penghargaan Konten Instagram dan Facebook Terbaik, dan yang terakhir adalah Penghargaan Komsos Teladan.


Meski baru saja memulai karya pewartaan kurang lebih setahun yang lalu, hal itu bukan berarti menjadi penghalang bagi Komsos GPI untuk dapat meraih 2 penghargaan sekaligus, yakni mendapat Penghargaan Konten Youtube Non Misa Terbaik dan masuk nominasi Penghargaan Komsos Teladan.


Hal ini membuktikan bahwa bukanlah soal durasi yang dibutuhkan untuk sebuah Komsos dapat berhasil dalam menghasilkan konten, namun konsistensi dan kualitas dari konten yang dihasilkan itu sendiri yang akan membuktikan pencapaian sebuah Komsos. Tidak mengherankan sebab Komsos GPI terus berupaya menjaga konsistensinya dalam membuat beragam konten kreatif yang variatif jenisnya, dengan rtujuan untuk menjadi media pewartaan Gereja. Konten yang dihasilkan pun bukan sembarang konten biasa tanpa persiapan belaka, melainkan telah melalui proses perancangan sebelumnya sehingga dalam pengeksekusiannya bisa tercapai secara maksimal.


Diharapkan dengan awal pencapaian dari prestasi ini, dapat menjadi motivasi bagi kita untuk tetap terus mewartakan Kerajaan Allah di tengah umat melalui media digital kreatif yang menarik dan inspiratif.

MENINGKATKAN SKIL PEMBERITAAN KOMSOS PAROKI MELALUI JURNALISTIK

0

Dalam rangka  Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke 56, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan manado melaksanakan kegiatan Family Gathering dengan tema “mendengarkan dengan telinga hati (pesan pasu fransiskus)” yang dihadiri oleh 78 Peserta dari 19 Paroki belum Termasuk Tuan Rumah kegiatan.

Kegiatan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado Pst. I Made Pantyasa Pr di dampingi oleh Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu Pst. Rio Sumajow Pr.

Selesai Perayaan Ekaristi kegiatan dilanjutkan dengan Family Gathering Komsos se- Keuskupan Manado yang di buka dengan Launching Logo Baru Komsos keuskupan Manado oleh Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado. Setelah Lauching bapak uskup Keuskupan Manado memberikan sambutan lewat rekaman video.

Sesudah  Istirahat makan siang kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan yang dipandu oleh wartawan senior Joseph Ikanubun. Dalam pelatihan ini Joseph memberikan penegasan bahwa komsos di setiap paroki bukan hanya mengangkat berita lewat liputan Video/Foto namun juga memberi porsi yang cukup pada peliputan penulisan berita.

Joseph Mengatakan dalam penulisan berita harus memenuhi persyaratan jurnalis sebagai profesi antara lain kode etik. Perlu juga diperhatikan nilai berita yaitu Penting, actual, popular, konflik, keanehan, dramatis, jarak dan nasib manusia.

Kegiatan ini juga diakhiri sesi tanya jawab dan diharapkan kedepan kegiatan Family Gathering lebih sistematis dengan waktu yang cukup.

Kelompok 10

  1. Kenny Pangemanan (Paroki Maria Ratu Pencinta Damai Lolah)
  2. Tiara Runturambi ( Paroki Sto. Andreas Lolak)
  3. Gracia Wonua ( Paroki Fransiskus Xaverius Guaan)
  4. Decky Tiwow ( Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting)
  5. Roy Pangalila (Paroki Maria Ratu Damai Tomohon)
  6. Jelly Walansendow (Paroki Bunda Teresa dari Kalkuta GPI)

Akibat Mendengarkan Dengan Telinga Hati Umat Kotamobagu Gempar

0

Hari Minggu, 29 Mei 2022 di Paroki Kristus Raja Kotamobagu. Diaadakan family gathering komsos paroki sekeuskupan manado dalam rangka hri komunikasi sosial sedunia ke-56 dengan tema mendengarkan dengan teliga hati yg ditetapkan oleh paus. Yang diikuti oleh 19 paroki di keuskupan manado. Kegiatan ini diawali dengan misa bersama umat paroki kristus raja kotamobagu yang dipimpin oleh pst paroki, Pst Rio Simayow Pr dan ketua komisi komsos keuskupan manado Pst Made Pantiasa Pr. Dalam homili, pst made menyampaikan ” Komsos itu bukan pertama2 untuk mencari popularitas tetapi untuk menjadi pewarta2 iman. Pst juga menambahkan mendegarkan bukan semata2 mendengarkan degan telinga melainkan dengan hati, sikap ini menunjukkan rsa empati terhadap sesama. Selanjutnya pst rio dlm sambutannya menegaskan bahwa seseorang menjadi besar, menjadi profesional berawal dari mendengarkan, untuk itu mari kita mendengarkan dengan telinga hati.

Komsos yang maju, rata dan saling mendengarkan

0

Komsos.KUSUMA: bagaimana kita menjadi Komsos yang maju, Rata, dan Saling Mendengarkan ?
Pada Hari Komunikasi Sedunia yang 56 tahun, tepatnya Hari ini (Minggu,29 Mei 2022) Komsos Kusuma bersama seluruh Komsos yang Ada di Keuskupan Manado merayakan bersama lewat Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Kotamobagu, dan secara Langsung ketua Komsos Keuskupan Manado Pastor Yohanes I Made Pantyasa, Pr dalam Homilinya mengatakan bahwa kita harus menjadi Komsos yang menjadi Garda Depan dalam mewartakan informasi yg baik dan benar dengan cara mendengarkan dengan telinga Hati dan bijaksana dalam menerima segala informasi yang ada serta merata dalam melaksanakan karya Pewartaan. Kita juga sebagai Komsos Harus Maju dalam mengembangkan Karya Pewartaan dari Hasil Mendengarkan.
Pastor Made mengatakan kita juga dapat di sapa Gaga Men yg bermakna Gara- gara mendengarkan, karena lewat Gara – gara mendengarkan kita semua dikumpulkan saat ini.

Sebagai Pastor Paroki, Pastor Rio Sumajow, Pr dalam ucapan Selamat datang juga mengatakan mendengarkan adalah salah satu ciri khas Murid Kristus. Lewat mendengarkan kita menjadi pinter, bijaksana dan cerdas. Karena percuma jika kita pintar jika kita tidak mendengarkan kata orang. Melalui mendengarkan orang lain kita juga harus bijaksana untuk memilih apa yang didengarkan. Pastor juga mengatakan Mendengarkan dengan “telingaHati” berarti mendengarkan harus juga memakai Hati, mendengarkan berhubungan dengan sikap memahami. Mudah2an tema ini menjadi kekuatan bagi kita semua.

Marilah kita semua menjadi Komsos yang maju, rata, dan saling mendengarkan.

Peringati Hari Komunikasi Sosial Sedunia, Komsos Keuskupan Manado gelar Pelatihan Jurnalistik

0

Dalam memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56, dengan tema “Mendengar dengan Telinga Hati,” Komsos Keuskupan Manado menggelar kegiatan family gathering bersama Komsos Paroki se-Keuskupan Manado. Didalamnya diadakan Pelatihan Jurnalistik. Kegiatan ini berlangsung di Paroki Kristus Raja Kotamobagu, lebih tepatnya di Aula Christi Regis, pada Minggu (23/5)

Dalam pelatihan jurnalistik tesebut pemateri menyampaikan intisari dari tugas pokok jurnalis, yang mana memuat kode etik, unsur berita, dan landasan hukum memayungi jurnalis.

Narasumber dalam pelatihan jurnalistik tersebut ialah Yoseph E. Ikanubun. Adapun hal yang menjadi perhatian dari jurnalis senior itu ialah tentang bagaimana kedepannya komsos di masing-masing paroki bisa menjadi “cityzen journalist” (jurnalis awam), yang mampu menarasikan berita yang baik dan benar dalam setiap konten pewartaan di paroki masing-masing.

“Menjadi jurnalis yang baik dan benar adalah jurnalis yang menaati 11 pasal kode etik jurnalistik,” ucap Ikanubun dalam pelatihan tersebut.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh pastor Yohanes I Made Pantyasa, pr selaku ketua Komsos keuskupan manado.

78 Peserta Mengikuti Pelatihan Pers dan Jurnalistik

0

78 peserta mengikuti pelatihan pers dan jurnalistik untuk merayakan hari komunikasi sosial sedunia ke – 56 dengan kegiatan family gathering yang dibuat oleh komsos keuskupan manado berdasarkan tema dari Bapak Paus Fransiskus yakni “Mendengarkan dengan Telinga Hati” yg diadakan di aula Christi Regis, Paroki Kristus Raja, Kotamobagu. Minggu, (29 mei 2022).

Pelatihan ini mengenai pers dan jurnalistik yg diberikan oleh bpk Yoseph E. Ikanubun, sebagai ahli pers dari dewan pers dengan penjelasan yg sangat mudah dimengerti, bermanfaat dan ditanggapi dengan sangat baik oleh peserta kegiatan ini. Dalam penjelasannya secara garis besar bapak Yoseph menjelaskan mengenai bahwa dalam unsur jurnalistik harus menyajikan berita yg dapat dipertanggungjawabkan dan juga materi lain yg sangat bermanfaat bagi para peserta.

Dalam pelatihan ini diawali dengan launching logo komsos kusuma yg baru yg di bawakan oleh ketua komisi komsos kusuma RD Yohanes I Made Pantyasa.
Sesudah pelatihan diharapkan para peserta sebagai komsos diparoki masing” dapat menjadi pewarta yg baik. (TIM 6)

Pelatihan Jurnalistik KOMSOS Paroki- Sekeuskupan Manado

0

Dalam rangka hari komunikasi Sosial Sedunia Ke-56, Komsos Keuskupan Manado mengadakan Family Gathering dengan tema Mendengarkan dengan telinga hati. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari minggu 29 mei 2022di paroki Kristus Raja Kotamobagu dan diikuti oleh Komsos Paroki se Keuskupan Manado.
Dalam kegiatan pelatihan ini di berikan materi jurnalistik yang dibawakan oleh wartawan senior Bpk Yoseph E. Ikanubun. Materi tersebut meliputi
-pengetahuan dasar tentang pers dan jurnalistik
-kode etik dan hukum pers
-teknik reportase, wawancata dan menulis berita
-mengedit dan menyiarkan berita/konten.
Adapun tujuan pelatihan tersebut untuk Komsos paroki-paroki, antara lain mempunyai pengetahuan dasar, memiliki dasar etik dan hukum, memiliki skil di bidang pers dan jurnalistik, serta menjadi Cityzen Journalism di paroki masing-masing.
Pelatihan ini selama 1jam 30 menit di dalam rangkaian kegiatan Family Gathring. Di harapkan Kegiatan ini akan menunjang perkembangan Komsos di Paroki se keuskupan manado.